Jumat, 25 May 2018, 2:27 AM
Welcome Tamu | RSS

PPGT Jemaat Tamalanrea

Hidup Itu Tidak Mudah... - Forum

[ New messages · Members · Forum rules · Search · RSS ]
  • Page 1 of 1
  • 1
Forum » Renungan dan Inspirasi » Renungan » Hidup Itu Tidak Mudah...
Hidup Itu Tidak Mudah...
AndriDate: Rabu, 27 November 2013, 2:30 PM | Message # 1
Group: Kombongan
Messages: 5
Awards: 2
Reputation: 1
Status: Tidak Onlen
Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yang sedang baca koran. “Oh Ayah, ayah” kata sang anak. “Ada apa?” tanya sang ayah. “Aku
capek, sangat capek. Aku capek karena aku belajar mati matian untuk
mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan
menyontek. Aku mau menyontek saja! Aku capek. Sangat capek. Aku capek
karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku
punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! Aku capek, sangat
capek. Aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus
jajan tanpa harus menabung. Aku ingin jajan terus! Aku capek, sangat
capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang
temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati. Aku capek, sangat
capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku,
sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku. Aku capek ayah,
aku capek menahan diri. Aku ingin seperti mereka. Mereka terlihat
senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah !” sang anak mulai
menangis.

Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil
berkata “Anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”,
lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah
jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur dan ilalang.
Lalu sang anak pun mulai mengeluh “Ayah mau kemana kita? Aku tidak suka
jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri.
badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah karena ada banyak
ilalang. Aku benci jalan ini ayah”, sang ayah hanya diam.

Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah,
airnya sangat segar, ada banyak kupu-kupu, bunga-bunga yang cantik dan
pepohonan yang rindang.

“Waaah, tempat apa ini ayah? Aku suka! Aku suka tempat ini!” sang ayah
hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan
rerumputan hijau.

“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.

“Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah?”

“Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”

Quote
“Itu karena orang-orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar
dalam menyusuri jalan itu”

“Oh… berarti kita orang yang sabar ya yah?”

“Nah, akhirnya kau mengerti”

“Mengerti apa? aku tidak mengerti”

Quote
“Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam
setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi.
Bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar
saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau
pun harus sabar saat dikelilingi serangga dan akhirnya semuanya
terbayar kan? Ada telaga yang sangat indah. Seandainya kau tidak sabar,
apa yang kau dapat? Kau tidak akan mendapat apa-apa anakku, oleh karena
itu bersabarlah anakku.”

“Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar”

Quote
“Ayah tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat. Begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus
berada di sampingmu agar saat kau jatuh. Kami bisa mengangkatmu. Tapi
ingatlah anakku, ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau
jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri. Maka jangan
pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain. Jadilah dirimu sendiri.
Seorang yang kuat, yang tetap tabah maka kau akan dapati dirimu tetap
berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti
dan pulang, maka kau tau akhirnya kan?”


“Ya ayah, aku tau. Sekarang aku mengerti. Terima kasih ayah, aku akan tegar.

Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.


Message edited by Andri - Rabu, 27 November 2013, 2:31 PM
 
Forum » Renungan dan Inspirasi » Renungan » Hidup Itu Tidak Mudah...
  • Page 1 of 1
  • 1
Search:

PPGT Jemaat Tamalanrea © 2018