Sabtu, 22 September 2018, 8:50 PM
Welcome Tamu | RSS

PPGT Jemaat Tamalanrea

Sejarah - Forum

[ New messages · Members · Forum rules · Search · RSS ]
  • Page 1 of 1
  • 1
Forum » Tondokku » Toraja » Sejarah
Sejarah
AKPDate: Senin, 02 August 2010, 3:18 PM | Message # 1
Group: Administrator
Messages: 82
Awards: 1
Reputation: 82
Status: Tidak Onlen
Saya sering miris cammane,, ada banyak orang Toraja yang kadang tdk mau mengakui dirinya orang Toraja... Malu bede', Toraja pa'kanre kongkonglah, Toraja Bikin Kacau(torabika)lah, dan banyak image jelek yang mereka ciptakan buat diri mereka sendiri,,,

Konon, leluhur orang Toraja adalah manusia yang berasal dari nirwana, mitos yang tetap melegenda turun temurun hingga kini secara lisan dikalangan masyarakat Toraja ini menceritakan bahwa nenek moyang masyarakat Toraja yang pertama menggunakan "tangga dari langit" untuk turun dari nirwana, yang kemudian berfungsi sebagai media komunikasi dengan Puang Matua (Tuhan Yang Maha Kuasa).
Lain lagi versi dari DR. AC. Cruyt seorang anthtropolog, dalam penelitiannya menuturkan bahwa masyarakat Tana Toraja merupakan hasil dari proses akulturasi antara penduduk (lokal/pribumi) yang mendiami daratan Sulawesi Selatan dengan pendatang yang notabene adalah imigran dari Teluk Tongkin (daratan Cina). Proses akulturasi antara kedua masyarakat tersebut, berawal dari berlabuhnya Imigran Indo Cina dengan jumlah yang cukup banyak di sekitar hulu sungai yang diperkirakan lokasinya di daerah Enrekang, kemudian para imigran ini, membangun pemukimannya di daerah tersebut.
Nama Toraja mulanya diberikan oleh suku Bugis Sidendereng dan dari luwu. Orang Sidendreng menamakan penduduk daerah ini dengan sebuatn To Riaja yang mengandung arti "Orang yang berdiam di negeri atas atau pegunungan", sedang orang Luwu menyebutnya To Riajang yang artinya adalah "orang yang berdiam di sebelah barat". Ada juga versi lain bahwa kata Toraya asal To = Tau (orang), Raya = dari kata Maraya (besar), artinya orang orang besar, bangsawan. Lama-kelamaan penyebutan tersebut menjadi Toraja, dan kata Tana berarti negeri, sehingga tempat pemukiman suku Toraja dikenal kemudian dengan Tana Toraja.
Sejarah Aluk
Konon manusia yang turun ke bumi, telah dibekali dengan aturan keagamaan yang disebut aluk. Aluk merupakan aturan keagamaan yang menjadi sumber dari budaya dan pandangan hidup leluhur suku Toraja yang mengandung nilai-nilai religius yang mengarahkan pola-pola tingkah laku hidup dan ritual suku Toraja untuk mengabdi kepada Puang Matua.
Cerita tentang perkembangan dan penyebaran Aluk terjadi dalam lima tahap, yakni: Tipamulanna Aluk ditampa dao langi' yakni permulaan penciptaan Aluk diatas langit, Mendemme' di kapadanganna yakni Aluk diturunkan kebumi oleh Puang Buru Langi' dirura.Kedua tahapan ini lebih merupakan mitos. Dalam penelitian pada hakekatnya aluk merupakan budaya/aturan hidup yang dibawa kaum imigran dari dataran Indo Cina pada sekitar 3000 tahun sampai 500 tahun sebelum masehi.
Beberapa Tokoh penting daiam penyebaran aluk, antara lain: Tomanurun Tambora Langi' adalah pembawa aluk Sabda Saratu' yang mengikat penganutnya dalam daerah terbatas yakni wilayah Tallu Lembangna.
Selain daripada itu terdapat Aluk Sanda Pitunna disebarluaskan oleh tiga tokoh, yaitu : Pongkapadang bersama Burake Tattiu' menuju bagian barat Tana Toraja yakni ke Bonggakaradeng, sebagian Saluputti, Simbuang sampai pada Pitu Ulunna Salu Karua Ba'bana Minanga, derngan membawa pranata sosial yang disebut dalam bahasa Toraja "To Unnirui' suke pa'pa, to ungkandei kandian saratu yakni pranata sosial yang tidak mengenal strata. Kemudian Pasontik bersama Burake Tambolang menuju ke daerah-daerah sebelahtimur Tana Toraja, yaitu daerah Pitung Pananaian, Rantebua, Tangdu, Ranteballa, Ta'bi, Tabang, Maindo sampai ke Luwu Selatan dan Utara dengan membawa pranata sosial yang disebut dalam bahasa Toraja : "To Unnirui' suku dibonga, To unkandei kandean pindan", yaitu pranata sosial yang menyusun tata kehidupan masyarakat dalam tiga strata sosial.Tangdilino bersama Burake Tangngana ke daerah bagian tengah Tana Toraja dengan membawa pranata sosial "To unniru'i suke dibonga, To ungkandei kandean pindan", Tangdilino diketahui menikah dua kali, yaitu dengan Buen Manik, perkawinan ini membuahkan delapan anak. Perkawinan Tangdilino dengan Salle Bi'ti dari Makale membuahkan seorang anak. Kesembilan anak Tangdilino tersebar keberbagai daerah, yaitu Pabane menuju Kesu', Parange menuju Buntao', Pasontik ke Pantilang, Pote'Malla ke Rongkong (Luwu), Bobolangi menuju Pitu Ulunna Salu Karua Ba'bana Minanga, Bue ke daerah Duri, Bangkudu Ma'dandan ke Bala (Mangkendek), Sirrang ke Dangle.
Itulah yang membuat seluruh Tondok Lepongan Bulan Tana Matari' Allo diikat oleh salah satu aturan yang dikenal dengan nama Tondok Lepongan Bulan Tana Matari' Allo arti harfiahnya adalah "Negri yang bulat seperti bulan danMatahari". Nama ini mempunyai latar belakang yang bermakna, persekutuan negeri sebagai satu kesatuan yang bulat dari berbagai daerah adat. Ini dikarenakan Tana Toraja tidak pernah diperintah oleh seorang penguasa tunggal, tetapi wilayah daerahnya terdiri dari kelompok adat yang diperintah oleh masing-masing pemangku adat dan ada sekitar 32 pemangku adat di Toraja.
Karena perserikatan dan kesatuan kelompok adat tersebut, maka diberilah nama perserikatan bundar atau bulat yang terikat dalam satu pandangan hidup dan keyakinan sebagai pengikat seluruh daerah dan kelompok adat tersebut. :

Cammane: ternyata kita keturunan yang sipit2,,, pantas saja makin hari saya makin mirip dengan tetangga depan rumah yang punya toko bahan bangunan blood

Membingungkan bukan?? Tapi begitulah Sejarahnya,,
dan menurut beberapa sumber terpercaya menyangkut sejarah, arkeologi dan antropologi, katanya, Tana Toraja adalah suku tertua di Indonesia!!!!
Jadi kurang apalagi Tana toraja kita?? alamnya indah, kebudayaannya kaya dan lestari, cowok2nya gagah kayak saya araara :araara: ...Apanna pi??

Bangga kan cammane jadi orang Toraja???

Message edited by AKP - Senin, 02 August 2010, 3:20 PM
 
Er-SepuluhDate: Senin, 02 August 2010, 10:42 PM | Message # 2
Group: Administrator
Messages: 114
Awards: 2
Reputation: 90
Status: Tidak Onlen
Quote
cowok2nya gagah kayak saya araara araara

ondo'kule...memulai suatu trit dgn brbohong blood blood

ijin nyimak dulu gan...panjang bener soale....:ulangan:

 
Er-SepuluhDate: Senin, 02 August 2010, 10:50 PM | Message # 3
Group: Administrator
Messages: 114
Awards: 2
Reputation: 90
Status: Tidak Onlen
weettttzzzz....mantap gan!!! 2good 2good
ane jdi tambah bangga jadi org Toraja ai !!!!!maju terussss!!!!! away

klo cammane apdet nih trit ane janji kasih reput dah..... joged2

 
AdministratorDate: Selasa, 03 August 2010, 0:36 AM | Message # 4
Group: Administrator
Messages: 5127
Awards: 2
Reputation: 14
Status: Tidak Onlen
Toradja Gheeto Louch <<< To124ja 4L4y hammer rain

 
Er-SepuluhDate: Selasa, 03 August 2010, 1:31 AM | Message # 5
Group: Administrator
Messages: 114
Awards: 2
Reputation: 90
Status: Tidak Onlen
Quote
Toradja Gheeto Louch <<< To124ja 4L4y hammer rain
joged4
 
Forum » Tondokku » Toraja » Sejarah
  • Page 1 of 1
  • 1
Search:

PPGT Jemaat Tamalanrea © 2018